Breaking News
Loading...

New Design

Gallery

Post By Leable List

Recent Post

Rabu, 12 Agustus 2020
no image

Perlukah Industri Alat Berat Nasional Diproteksi? oleh - excavatordoosan.xyz

Halo sahabat selamat datang di website excavatordoosan.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Perlukah Industri Alat Berat Nasional Diproteksi?, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Hydraulic excavator CASE yang diageni oleh PT Altrak 1978 (Foto: CASE)

Industri alat berat Indonesia tidak asing lagi dengan yang namanya krisis ekonomi. Dalam dua dekade terakhir, sedikitnya ada tiga gejolak ekonomi yang membuat industri yang padat modal ini kelimpungan. Pada saat krisis moneter (krismon) 1998, yang dipicu oleh gejolak nilai tukar mata uang Rupiah terhadap USD yang kemudian berubah menjadi krisis ekonomi, banyak pemain alat berat terpaksa gulung tikar. Beberapa dari mereka mengubah  komposisi kepemilikannya agar tetap eksis di pasar Indonesia.

Selang 10 tahun setelah itu (2008), gejolak ekonomi kembali terjadi karena efek dari krisis ekonomi global yang bermula dari kebangkrutan beberapa lembaga pemberi pinjaman seperti  Lehman Brothers di Amerika Serikat, yang memberikan dana kepada para peminjam yang sebenarnya tidak mampu membayar. Dalam tempo singkat krisis itu menjalar ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Namun, kedua badai ekonomi itu sudah menjadi sejarah masa lalu, yang menjadi pelajaran berharga bagi kondisi masa kini.

Memasuki tahun 2020, dunia digentarkan oleh wabah penyakit mematikan, Covid-19, yang menjalar liar ke berbagai penjuru dunia dengan gejala-gejala yang tidak kasat mata. Celakanya, hingga kini para ahli belum temukan vaksin untuk menangkis virus yang mematikan ini. Serangan Covid-19 memaksa warga dunia mengurung diri di dalam rumah selama berbulan-bulan, menjaga jarak fisik (social distancing) dan masih banyak lagi "tabu" sosial lainnya. Kondisi tersebut membuat kegiatan ekonomi berhenti, termasuk pengerjaan berbagai proyek yang mengandalkan aplikasi peralatan berat.

Meski sejak awal Juni 2020 Pemerintah Indonesia sudah melonggarkan aturan-aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dengan memberikan kesempatan pada sejumlah besar industri untuk kembali beraktivitas dengan protokol kesehatan yang ketat, namun kondisi perekonomian Indonesia belum menunjukkan perubahan signifikan. Pasar alat berat/konstruksi, misalnya belum juga menunjukkan peningkatan.

Ketua Hinabi, Jamaluddin, mengakui krisis ekonomi global 2020 yang dimantik oleh pandemi Covid-19 ini memiliki magnitude yang lebih luar biasa dibandingkan krisis 1998 dan 2008. "Kami cukup waspada," ujarnya saat menjadi pembicara dalam acara Zoom Webinar Equipment Indonesia, Rabu (1/7/2020).

Sebelum wabah Covid-19 merebak, Hinabi sudah memproyeksikan kebutuhan alat berat pada tahun 2020 akan turun. Namun, menurut Jamaluddin, pandemi ini membuat kondisinya makin suram. Produksi alat berat di Indonesia pada 2019 hanya 6.060 unit, turun 24% dari 7.981 unit pada 2018. Proyeksi awal Hinabi untuk produksi alat berat tahun 2020 ini turun sekitar 7%. Namun, setelah muncul Covid-19, diprediksikan penurunannya mencapai 52%, masing-masing 45% dampak Covid-19 dan 7% proyeksi di rencana awal.

Penurunan produksi alat berat oleh industri dalam negeri merupakan dampak ikutan dari penghentian sejumlah besar proyek pembangunan infrastruktur dan gejolak harga komoditas tambang, khususnya batu bara. Dalam kondisi saat ini, banyak proyek konstruksi sektor swasta yang ditunda atau bahkan dihentikan sama sekali karena dianggap tak lagi visible. Seperti proyek pembangunan mal atau properti.

Sebetulnya kondisi krisis seperti saat ini menawarkan peluang bagus bagi bisnis rental. Kebutuhan peralatan dari kontraktor-kontraktor yang masih punya pekerjaan tetapi tidak mampu investasi alat sendiri dapat disuplai oleh jasa rental. Namun, pebisnis rental nasional harus bertarung dengan perusahaan-perusahaan rental asing.

Eka Kesia, dewan pembina Asosiasi Pengusaha dan Pemilik Alat Berat dan Konstruksi Indonesia (APPAKSI) mengakui saat ini banyak perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) yang menjalankan bisnis peyewaan alat berat di Indonesia. Padahal, harusnya, perusahaan asing tidak bisa menyewakan alat berat di sini.

Mantan Ketua APPAKSI, Syahrial Ong, yang kini aktif di Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi, menyarankan lembaga-lembaga asosiasi-asosiasi terkait seperti Hinabi, APPAKSI, PAABI Hinabi dan PAABI beserta Kementerian Perindustrian dan BKPM harus duduk bersama dengan Kementerian PUPR untuk mengatur ekosistem industri alat berat secara keseluruhan.

Selama ini APPAKSI mengalami kesulitan karena ekosistem industri alat berat tidak diatur secara keseluruhan  oleh pemerintah. Akibatnya, yang dihadapi oleh APPAKSI di lapangan adalah tidak hanya adanya perusahaan PMA di bisnis penyewaan alat berat, tetapi proyek-proyek yang melibatkan kontraktor-kontraktor asing justru membawa alat sendiri dari luar. Kalau makin banyak alat asing yang masuk, apalagi kalau proyek-proyek besar dikuasai kontraktor-kontraktor luar, maka pemain-pemain lokal akan menjadi penonton atau pemain yang kurang diperhitungkan. Di sinilah pentingnya industri alat berat nasional dilindungi. EI

321 kali dilihat, 75 kali dilihat hari ini

Itulah tadi informasi mengenai Perlukah Industri Alat Berat Nasional Diproteksi? dan sekianlah artikel dari kami excavatordoosan.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Jumat, 07 Agustus 2020
no image

Dayasakti Tawarkan Dua Model Wheel Loader XGMA oleh - excavatordoosan.xyz

Halo sahabat selamat datang di website excavatordoosan.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Dayasakti Tawarkan Dua Model Wheel Loader XGMA oleh - excavatordoosan.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

PT Dayasakti Mitra Mandiri (DMM) menawarkan dua model wheel loader XGMA, yaitu XG935H dengan kapasitas bucket 1,8 meter kubik (tiga ton) dan XG955H dengan kapasitas bucket 3 meter kubik (5 ton). Sunarwi Gunadi, Direktur PT Dayasakti Mitra Mandiri, menjelaskan bahwa kedua Wheel Loader tersebut membidik segmen pasar yang berbeda. Wheel Loader XG955H, yang lebih bongsor, menyasar segmen pertambangan dan quarry yang besar. Sedangkan yang kelas 1,8 meter kubik (XG935H) membidik segmen industri, batu, pasir, perkebunan (kelapa sawit) dan lain-lain.

Dayasakti ditunjuk menjadi distributor Wheel Loader XGMA sejak awal tahun 2020. “Sejauh ini kami ditunjuk sebagai agen tunggal Wheel Loader untuk Indonesia. Kami berharap pasar semakin membaik, sehingga kami bisa mendapat penjualan yang semakin baik lagi,” Sunarwi Gunadi, Direktur PT Dayasakti Mitra Mandiri kepada Equipment Indonesia beberapa waktu lalu.

Sunarwi mengakui harga jual Wheel Loader XGMA sangat kompetitif dan didukung dengan layanan purna jual yang sangat bagus. Sunarwi menjelaskan keunggulan manajemen spare-parts dari pabrikan asal Cina ini. “XGMA memiliki sistem manajemen suku cadang terintegrasi sehingga semakin memudahkan dalam melayani kebutuhan para customer,” ungkapnya.

Harga spare-parts XGMA juga murah tetapi berkelas. “Suku cadang XGMA sudah menggunakan system barcode. Unit-unitnya juga menggunakan sistem barcode,” ujarnya. Sebagai distributor, PT Dayasakti Mitra Mandiri memastikan ketersediaan suku cadang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan para customer. “Kami sudah menyediakan suku cadang fast moving dan consumable parts untuk produk-produk Wheel Loader XGMA ini,” pungkasnya.

Xiamen XGMA Machinery Co. Ltd. atau yang lebih dikenal dengan XGMA adalah salah satu produsen alat berat terkemuka di Cina, yang  produk-produknya sudah diekspor ke berbagai negara, termasuk ke Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1951 dan menjadi perusahaan terbuka pada Desember 1993. Sebagai salah satu perusahaan manufaktur mesin-mesin konstruksi terbesar di Tiongkok, saat ini XGMA memiliki empat R&D dan basis produksi utama yang tersebar Xiamen, Sanming, Jiaozo dan Taian. XGMA termasuk perusahaan penting berskala besar di China yang memproduksi produk-produk seperti wheel loader, excavator, forklift dan masih banyak lagi. EI

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi PT Dayasakti Mitra Mandiri:

Tel      : (+62-21) 2214 8889, 22148087

M        : (+62) 811 1668 743

 

423 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Itulah tadi informasi mengenai Dayasakti Tawarkan Dua Model Wheel Loader XGMA oleh - excavatordoosan.xyz dan sekianlah artikel dari kami excavatordoosan.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Selasa, 28 Juli 2020
no image

Kiprah Dayasakti di Bisnis Distribusi Alat Berat oleh - excavatordoosan.xyz

Halo sahabat selamat datang di website excavatordoosan.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Kiprah Dayasakti di Bisnis Distribusi Alat Berat oleh - excavatordoosan.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Bermula dari bisnis komponen dan suku cadang untuk alat berat, PT Dayasakti Mitra Mandiri (DMM) terus mengembangkan bisnisnya hingga ditunjuk sebagai sole agent dari worldwide company, Xiamen XGMA International Trade Co. Ltd. China dan TGP Hydraulic Breaker asal Korea Selatan.

Senin, 27 Juli 2020
no image

Kiprah Dayasakti di Bisnis Distribusi Alat Berat oleh - excavatordoosan.xyz

Halo sahabat selamat datang di website excavatordoosan.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Kiprah Dayasakti di Bisnis Distribusi Alat Berat oleh - excavatordoosan.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Bermula dari bisnis komponen dan suku cadang untuk alat berat, PT Dayasakti Mitra Mandiri (DMM) terus mengembangkan bisnisnya hingga ditunjuk sebagai sole agent dari worldwide company, Xiamen XGMA International Trade Co. Ltd. China dan TGP Hydraulic Breaker asal Korea Selatan.

Minggu, 26 Juli 2020
no image

Doosan Akan Melepas Sahamnya di Doosan Infracore oleh - excavatordoosan.xyz

Halo sahabat selamat datang di website excavatordoosan.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Doosan Akan Melepas Sahamnya di Doosan Infracore oleh - excavatordoosan.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Hydraulic excavator Doosan (ilustrasi)

Doosan Group dilaporkan berencana untuk menjual sahamnya pada produsen alat konstruksi Doosan Infracore untuk mengumpulkan dana guna melunasi pinjaman. Rencana itu tidak termasuk Doosan Bobcat, produsen peralatan konstruksi (compact equipment) yang berbasis di AS. Jumlah saham Doosan Infracore di Doosan Bobcat sebesar 51,05 persen.

Sebagai dilaporkan pulsenews.co.kr (16/6), Doosan Heavy I&C, produsen peralatan listrik terkemuka Korea, menerima pinjaman 3,6 triliun won dari perbankan pemerintah dalam beberapa bulan terakhir setelah memberikan bantuan besar-besaran kepada anak usahanya yang bergerak di bidang engineering, Doosan Engineering & Construction Co., yang menderita kerugian besar karena bisnis real estate yang tidak terjual. Disebutkan bahwa Doosan Heavy I&C mengalami masalah keuangan di tengah kelangkaan pesanan baru setelah pemerintah membatalkan proyek-proyek termal dan reaktor baru sebagai bagian dari rencana energi baru untuk menghapus penggunaan bahan bakar fosil dan nuklir.

Doosan Heavy I&C menguasai 36,27% saham Doosan Infracore, satu-satunya sumber penghasilan yang dimiliki grup Doosan pada produsen peralatan konstruksi dan diesel engine itu. Sisanya adalah saham bebas dan dipegang oleh berbagai investor institusi, individu dan asing. Berdasarkan harga saham Doosan Infracore pada pertengahan Juni, harganya bisa bernilai AS$ 660 juta.

Sebagai jaminan atas langkah bail out negara itu, Doosan Group telah berjanji untuk mengamankan 3 triliun won melalui penjualan aset. Grup tersebut sejauh ini telah mengejar penjualan aset-aset non-inti termasuk Doosan Solus Co, baterai tembaga fosil dan pembuat bahan OLED; Doosan Mottrol, pembuat komponen hidrolik; dan Doosan Tower. Namun, proses penjualan dilaporkan terhenti karena perbedaan harga.

Doosan Group sampai sekarang dilaporkan telah menolak tekanan dari para kreditor untuk menjual Doosan Infracore dan Doosan Bobcat. Para analis mengatakan Doosan Infracore, dengan kapitalisasi pasar 1,3 triliun won, adalah target utama bagi banyak investor strategis. Namun, beberapa analis meragukan ketertarikan para investor jika tidak termasuk Doosan Bobcat, yang menyumbang 62,9 persen dari laba operasi konsolidasi Infracore tahun lalu. EI

249 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Itulah tadi informasi dari daftar poker pulsa mengenai Doosan Akan Melepas Sahamnya di Doosan Infracore oleh - excavatordoosan.xyz dan sekianlah artikel dari kami excavatordoosan.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Jumat, 24 Juli 2020
no image

Tren Investasi Alat Berat di Kalimantan Timur oleh - excavatordoosan.xyz

Halo sahabat selamat datang di website excavatordoosan.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Tren Investasi Alat Berat di Kalimantan Timur oleh - excavatordoosan.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Tren pembelian alat berat belakangan tidak lagi mengutamakan brand tetapi yang lebih penting adalah ketersediaan unit-unit baru yang proses dan delivery-nya cepat, performanya prima,  serta dukungan purna jual bagus.

Minggu, 19 Juli 2020
no image

Volvo CE Uji Coba Alat Berat Listrik oleh - excavatordoosan.xyz

Halo sahabat selamat datang di website excavatordoosan.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Volvo CE Uji Coba Alat Berat Listrik oleh - excavatordoosan.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

South Coast AQMD menghibahkan dana senilai USD 2 juta kepada Volvo Construction Equipment untuk menguji alat bertenaga listrik.

Main Post

Quick Message
Press Esc to close